Minggu, 30 Juli 2017

SAR Hidayatullah Solo Adakan Diklat untuk Tingkatkan Kapastitas Relawan

SOLO - Memiliki relawan yang cakap, efektif dan juga efisien dalam Penanggulangan bencana merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh SAR Hidayatullah.

Tetapi untuk membentuk relawan yang dibutuhkan diperlukan pelatihan dan pengalaman sehingga para relawan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik di lokasi bencana.

Maka dari itu SAR Hidayatullah Solo menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar untuk calon relawan SAR Hidayatullah Solo. Acara ini digelar di lingkungan Pesantren Hidayatullah Solo, Sabtu-Ahad 29-30 Juli 2017.

Dalam pelatihan ini para relawan mendapatkan ilmu dan kemampuan yang lengkap mulai dari nilai–nilai kebangsaan, dinamika kelompok, sistem dan manajemen kedaruratan PB, SOP Kesiapsiagaan dan kedaruratan, pedoman & kecakapan relawan penaggulangan bencana.

Peserta juga menerima materi pemahaman tugas sektor kesehatan, sektor logstik, sektor evakuasi, evakuasi medan air dan evakuasi medan terjal, tugas TRC Penanggulangan Bencana dan Posko dalam Penggualngan Bencana, tugas sektor sosial dan pengungsi, simulasi pendampingan psikososial, simulasi Penanggulangan Bencana.

Kegiatan ini dipandu oleh Ahmad Hamim selaku fungsionaris SAR Hidayatullah Pusat dibantu oleh rekan sejawatnya.*

Foto Dokumentasi:




SAR Hidayatullah Pusat Gelar Silaturrahim dan Halal Bihalal Bertajuk "1000 Ketupat"

Ketua SAR Hidayatullah Pusat, Syaharuddin Syaumi Yusuf, ketika memberikan sambutan dalam acara silaturrahim dan halal bihalal SAR Hidayatullah, Ahad, 30 Juli 2017 (Istimewa)

DEPOK -  Pengurus Pusat SAR Hidayatullah menggelar acara Silaturrahim dan Halal Bihalal bertajuk "1000 Ketupat" yang berlangsung di Komplek Pendidikan PAUD Al Istiqomah, Cikaret, Depok, Jawa Barat, Ahad (30/07/2017).

Tidak saja dihadiri oleh fungsionaris dan keluarga relawan SAR Hidayatullah, acara ini juga mengundang segenap kader Hidayatullah se-Jabodebek yang diinvitasi melalui grup WhatsApp dan jalur media sosial lainnya.

Ketua Umum SAR Hidayatullah, Syaharuddin Yusuf, yang dalam acara ini sekaligus dalam rangka aqiqah anaknya yang ke-6, mengatakan bahwa halal bihalal dan silaturrahim bertajuk "1000 Ketupat" ini mengandung makna yang mendalam.

Sejumlah relawan muda SAR Hidayatullah berfoto bersama di sela acara silaturrahim dan halal bihalal (Istimewa)

"Ketupat itu sendiri memiliki substansi filosofis yang sangat dalam. Ketupat bukan saja tentang kerumitan prosesnya atau kekhasan citarasanya, tetapi juga meneruskan pesan-pesan tentang kerelawanan dan kemanusiaan kita," kata Syahar dalam rilisnya diterima Nasional.news, Ahad.

Syahar menjelaskan, penggunaan janur sebagai bungkus ketupat menunjukkan identitas budaya pesisiran yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Hal ini, lanjut Syahar, memberi pesan bahwa setiap relawan SAR Hidayatullah harus hadir di setiap hati umat dengan membawa jatidiri Hidayatullah dan akhlak Islam yang melekat dalam dirinya.

Panganan tradisional ketupat mewarnai arena acara silaturrahim dan halal bihalal SAR Hidayatullah di Depok, Jawa Barat (Istimewa)

Janur berwarna kuning pada ketupat, imbuh Syahar, mengalirkan pesan tentang energi kerendahhatian sebagaimana kependekan arti janur yakni jatining nur, atau hati nurani.

"Tema 'seribu ketupat' ini ingin menancapkan spirit bahwa relawan SAR Hidayatullah harus selalu belajar kepada siapapun dan hendaknya selalu rendah hati," pesan Syahar.

Lebih lanjut, jelas Syahar, janur yang kemudian dianyam sebagai wadah ketupat merupakan simbol kompleksitas di mana SAR Hidayatullah harus menjadi relawan yang humanis tanpa memandang suku, ras, aliran dan agama. Namun, tetap selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip aqidah Islam yang universal.

Syahar pun memberi refleksi filosofis tentang bentuk ketupat. Kata Syahar, bentuk ketupat bersegi empat menandakan empat penjuru mata angin, yang bermakna ke mana pun manusia pergi tidak boleh melupakan Kiblat sebagai arah shalat.

Shalat berjamaah (Istimewa)

"Artinya, dalam kondisi bagaimanapun, termasuk ketika terjun ke medan bencana, relawan SAR Hidayatullah hendaknya selalu shalat berjamaah 5 waktu untuk meminta pertolongan Allah Ta'ala" kata Syahar menjelaskan.

Syahar berharap Halal Bihalal "1000 Ketupat" SAR Hidayatullah ini semakin menguatkan simpul jejaring kerelawanan SAR Hidayatullah untuk terus mengabdi untuk bangsa dan kemanusiaan.*

Selasa, 04 April 2017

SAR Hidayatullah Terjun Lakukan Evakuasi Korban Bencana Longsor Ponorogo

PONOROGO - SAR Hidayatullah menerjunkan relawan untuk membantu melakukan evakuasi korban bencana longsor Ponorogo. Aksi yang dilakukan bersama dengan tim SAR Gabungan ini masih terus berlangsung.

Kordinator Lapangan Firdaus yang juga Korda SAR Hidayatullah Solo melaporkan hasil evaluasi timnya. Berikut rinciannya.

LAPORAN HASIL EVAKUASI KORBAN BENCANA LONGSOR PONOROGO
Selasa, 4 April 2017, #Hari ke 4

Korlap : Firdaus (SAR Hidayatullah Solo)

A. PERSONIL
1. Hamim
2. Hengki
3. Ismail
4. Firdaus
5. Fiki
6. Jundi
7. Joko
8. Aris

B. DISKRIPSI
Mulai operasi pencarian korban jam 08.00, SAR Hidayatullah bertugas di sektor B dg hasil korban nihil. Jam 11.45 hujan mulai turun, dan semua pasukan ditarik ke posko masing-masing.

C. KORBAN DITEMUKAN
Nihil

D. CATATAN
1. Alat perlengkapan operasi pencarian kurang memadai
2. Dibutuhkan alat komunikasi HT untuk koordinasi dg posko induk dan anggota
3. Dibutuhkan personil tambahan karena luasnya area terdampak longsor.

Bagi ikhwan anggota SAR Hidayatullah atau potensi SAR lainnya yang bergabung / menyalurkan bantuan harap menghubungi Korlap Induk Divisi Operasi: Ahmad Hamim 085229076604

Demikian laporan yg kami sampaikan, Salam kompak dibagi rata.‎

Foto Dokumentasi:







Kamis, 16 Februari 2017

SAR Hidayatullah Gelar Latihan Operasi Penyelamatan Vertikal

JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi relawan dalam penanganan bencana, SAR Hidayatullah menggelar pelatihan operasi penyelamatan vertikal atau Vertical Rescue.

Vertical Rescue sendiri adalah bagian dari operasi SAR yang dilibatkan pada saat Evakuasi (pemindahan korban) pada Medan Khusu vertical/terjal baik basah maupun kering.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Vertical Rescue adalah Teknik Evakuasi (memindahkan ke lokasi yang lebih aman) obyek (baik barang maupun manusi/korban) dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi atau sebaliknya, pada medan yang curam/vertical baik kering maupun basah.

Namun, tidak diketahui secara pasti, bagaimana sejarah lahirnya Vertical Rescue, mengingat hal ini timbul dan terbentuk dari komunitas pelaku aktivitas Panjat Tebing dan para penelusur gua.

Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari (16-18 Februari 2017, yang digelar bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta dan Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Timur.

Acara ini dibuka oleh Pembina SAR Hidayatullah yang juga Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah, Muhammad Arasy Arhat, yang turut membersamainya Muhammad Musyaafir. Hadir juga pada kesempatan tersebut Ketua Pusat SAR Hidayatullah, Syaharuddin Yusuf dan Krisdiyanto selaku trainer.

Berikut dokumentasinya:













Jumat, 30 September 2016

SAR Hidayatullah Bantu Evakuasi dan Pemulihan Longsor Garut























Hidayatullah menerjunkan relawan dengan tajuk “Aksi Peduli Bencana Nusantara” gabungan tim SAR Nasioal Hidayatullah, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH), dan Islamic Medical Services (IMS) ke bencana banjir longsor Garut, Jawa Barat.

Seperti diketahui, dua kabupatennya di Jawa Barat yakni Garut dan Sumedang, dilanda bencana alam. Puluhan korban meninggal dunia atas musibah ini.

Banjir bandang melanda pemukiman penduduk dan jalan raya di sejumlah daerah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa malam (20/09/2016).

Berdasarkan data dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, bencana itu disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan.

Sejak pertama kali hadir di lokasi (21/9) tepatnya di Kampung Cimacan Desa Haur Panggung Kecamatan Tarogong Kidul Garut, BMH bersama SAR Hidayatullah dan IMS telah menjalankan amanah bantuan Hand 4 Garut secara keseluruhan.

“Tim SAR Hidayatullah berfokus pada evakuasi di lapangan. BMH berkonsentrasi pada pemulihan mental dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak serta IMS yang memberikan layanan dengan membuka posko pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Deputi Operasi SAR Hidayatullah, Irwan Harun, kepada Hidayatullah.or.id belum lama ini.

Irwan Harun mengimbuhkan, sebagaian besar tim yang dipimpinnya di lapangan merupakan relawan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Kota Depok yang bergeser ke lokasi musibah melalui jalur darat mengendarai motor.

“Kami mengapresiasi para relawan yang luar biasa. Mereka rela meluncur ke lokasi dengan jarak tempuh cukup jauh hanya berkendara motor. Alhamdulillah, mereka berkerja non-stop sesaat tiba di lokasi,” kata Irwan Harun.

Ia juga berterima kasih kepada Asep, salah seorang warga Garut, yang menyediakan rumahnya yang berlantai 2 sebagai posko aksi SAR Hidayatullah beserta mitra.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Tim Peduli Bencana Nusantara BMH, Zainal, mengatakan sekalipun sebagian dari tim telah ditarik, untuk keberadaan posko BMH, baik yang berada di Jalan Patriot No. 46 maupun di Kampung Cimacan RT. 04 RW. 10 tetap akan dibuka sampai 30 September 2016.

“Saat ini kondisi Kampung Cimacan sudah lebih baik. Meski kadang hujan turun mengingatkan memori akan kejadian besar itu, warga sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Meski sebagian masih banyak yang beres-beres rumah,” ungkap Zainal.

“Mengingat kondisi yang mulai membaik, sebagian dari tim telah ditarik dan beberapa masih tinggal di posko untuk melayani bantuan yang akan disalurkan kepada warga melalui BMH. Insya Allah posko BMH akan tetap buka sampai 30 September 2016,” imbuh Zainal.

Mengenai program lanjutan, BMH bersama tokoh masyarakat dan warga masih menunggu keputusan resmi dari pihak pemerintah. Mengingat ada info beredar bahwa warga akan direlokasi.

“Jika warga tidak di relokasi, maka BMH akan terus menjadikan Kampung Cimacan sebagai kampung binaan. Dan, jika direlokasi, maka menunggu perkembangan selanjutnya,” ungkap Zainal.

Relawan Diapresiasi

Pantauan awak hidayatullah.com, lumpur tebal di lokasi terdampak banjir sudah mulai berkurang. Berbagai jenis barang milik warga korban banjir yang menumpuk tak karuan akibat terseret air dan lumpur mulai dirapikan secara berangsur.

Mulai dari aparat dan instansi pemerintah, lembaga zakat, ormas Islam, sampai komunitas-komunitas yang ada Jawa Barat tampak solid melakukan kegiatan pemulihan.

Personel TNI dan Polri bersama relawan dan warga sigap melakukan gotong-royong, membantu pembenahan dan evakuasi seperti di Kampung Cimacan, Kelurahan Haur Panggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

Koordinasi para relawan dikendalikan oleh koramil setempat bekerja sama dengan Basarnas. Di antara yang turut berpartisipasi menjadi tim relawan adalah Tim SAR Nasional Hidayatullah dan lembaga kesehatan Islamic Medical Service (IMS).

Dalam apel pagi di Markas Kodim 0611/Garut, Setyo menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tim maupun relawan yang telah berpartisipasi dalam pemulihan itu. Para relawan dipesankan untuk terus meningkatkan koordinasi dan kinerjanya. (ybh/hio)
Situs Berita Hidayatullah

Jumat, 24 Juni 2016

Proses Evakuasi Resmi Dihentikan, Masih Ada Empat Orang Korban Longsor Belum Ditemukan

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengumumkan pencarian korban longsor di Desa Donorati dan Caok, Purworejo serta di Desa Sampang, Kebumen dihentikan alias ditutup, Jumat (24/6/2016) sore, sekira pukul 16.00 WIB.

Penghentian operasi itu ditutup secara resmi oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian dan Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad.

"Tim gabungan kami sudah berjibaku melalukan pencarian korban-korban di tiga desa sekaligus selama tujuh hari ini. Hasilnya, masih ada empat korban longsor yang belum kami temukan," ungkap Agus Haryono dilansir media.



Menurut Agus, penutupan proses evakuasi itu sudah berdasar pertimbangan dari berbagai aspek, di antaranya, kecilnya kemungkinan untuk temukan korban selamat.

"Pun bisa ditemukan, biasanya kondisi jenazah sudah rusak sehingga membahayakan kesehatan tim pengevakuasi. Kami mengantisipasi hal demikian pula," terang Agus.

Selain itu, Agus mengimbuhkan pihak keluarga korban yang jenazah kerabatnya belum ditemukan, sudah ikhlas.

"Bukan berarti pencarian dihentikan sama sekali, karena masih ada relawan dan masyarakat setempat yang berupaya mencari para korban sambil melakukan upaya-upaya pemulihan dan perbaikan sarana-prasarana yang rusak," bebernya.

Terpisah, Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim yang terlibat dalam pencarian warganya yang tertimpa longsor.

"Pemerintah Kabupaten Kebumen sangat terbantu dengan upaya usaha tim SAR gabungan untuk membantu proses pencarian korban tanah longsor," ujar Yahya dalam keterangan persnya.

Senada, Bupati Purworejo, Agus Bastian pula mengungkapkan rasa terima kasih terhadap seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian korban longsor baik di Donorati maupun di Caok.

Hingga operasi SAR ditutup masih, ada tiga korban di Purworejo yakni Slamet, Jumadi dan Saman yang belum ditemukan. Sedangkan di Kebumen tinggal satu yaitu Sutinyem. (*)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review