This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

Mubes V Amanatkan Ketua SAR Hidayatullah kepada Irwan Harun

Mubes V Amanatkan Ketua SAR Hidayatullah kepada Irwan Harun


BOGOR - Musyawarah Besar (Mubes) V Search and Rescue (SAR) Hidayatullah baru saja selesai digelar di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Ahad (8/11/2020). Mubes tersebut mengamanatkan kepemimpinan SAR Hidayatullah untuk periode 2020-2025 kepada Irwan Harun, sebagaimana keputusan yang ditetapkan oleh DPP Hidayatullah yang dibacakan langsung oleh Ketua Bidang Dakwah & Pelayanan Ummat DPP Hidayatullah H. Drs Nursyamsa Hadis yang juga sebagai pembina SAR Nasional Hidayatullah.

Irwan Harun sebagai ketua dibantu oleh fungsionaris lainnya yaitu sekretaris oleh Ridwan Faroji, Bendahara diemban oleh Usman Abdul Hamid, Kepala Divisi Operasi Murdianto, Kepala Divisi Diklat Alfarobi Karim, Kepala Divisi Usaha Ahmad Khamim, Kepala Divisi Infokom Rizky Kurnia Syah dan beserta sejumlah anggota departemen lainnya. 

Irwan Harun menggantikan posisi Abbas Usman yang diangkat menjadi wakil kepala di kantor staf sekretariat Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah. 

Dalam keterangannya seusai pengukuhannya, Irwan Harun mengatakan amanah yang dibebankan ke pundaknya tersebut merupakan tanggung jawab berat yang tidak mungkin dipukulnya sendiri. 

Karena itu, ia mengharapkan terus adanya dukungan dari induk serta kebersamaan dari segenap anggota SAR Hidayatullah sebagai ujung tombak gerakan kerelawanan ini. 

"Kerja kerja kerelawanan dan kemanusiaan adalah tugas mulia yang dipikulkan kepada kita. SAR Hidayatullah, sejak berdirinya, hingga kini, memiliki komiten pelayanan terhadap kemanusiaan yang dilandasi niat tulus semata mencari ridha Allah SWT," kata Irwan.

Irwan sendiri bukanlah orang baru di badan pendukung ormas Hidayatullah yang bertugas mengkoordinasi dan memobilisasi sumberdaya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi, kewaspadaan dini dan rehabilitasi pasca bencana ini. 

Irwan sudah malang melintang di dunia kerelawanan dan tanggap darurat kebencanaan. Ia pernah bertugas di Aceh ketika dilanda tsunami dan berbagai misi pencarian dan pertolongan karena bencana alam di nusantara.

Irwan berharap pada kepengurusan kali ini SAR Hidayatullah semakin maju, berjaya dan tetap teguh di jalur pengabdian dalam rangka mengkoordinasi dan memobilisasi sumberdaya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi, kewaspadaan dini dan rehabilitasi pasca bencana. 

"Kita juga akan terus menjalin sinergi dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak terutama dengan lembaga-lembaga terkait baik swasta maupun pemerintah," pungkas pria yang pernah memimpin SAR Hidayatullah di Papua ini. 

Dalam rangkaian Mubes V SAR Hidayatullah ini, peserta mendapatkan kesempatan menyedot dan menyadap injeksi spirit dari inisiator sekaligus salah satu pendiri SAR Hidayatullah, kanda Supriyadi, yang turut hadir secara khusus dalam agenda musyawarah ini.


Dia memuji SAR Hidayatullah dengan menegaskan bahwa sudah saatnya SAR Hidayatullah sebagai organisasi kemanusiaan yang concern di bidang penanganan kebencanaan untuk go internasional.

Beliau menyebutkan bahwa eksistensi SAR Hidayatullah di tingkat nasional sudah sangat kuat dan diakui banyak pihak. Dimanapun terjadi bencana, SAR Hidayatullah hampir bisa dipastikan kehadirannya.

“Sebagai bahan evaluasi dan motivasi bersama, eksistensi dan kiprah SAR Hidayatullah yang kuat di level nasional harus kita perluas ke tingkat Internasional. Dalam forum musyawarah ini kita harus menajamkan visi, mapping kita harus meng-Indonesia bahkan dunia”, jelas Supriyadi.

Supriyadi, yang juga menjabat sebagai Wakil 1 Kwarnas Pramuka menambahkan, forum musyawarah ini jangan hanya sekedar membahas pasal dan memilih pemimpin. 

Lebih dari itu, kehadiran pengurus SAR Hidayatullah dari seluruh penjuru Indonesia dalam rangka menguatkan jalinan koordinasi, silturrahim, dan ukhuwah. Serta dalam rangka mengusung visi besar lembaga yaitu mewujudkan peradaban Islam dan Indonesia yang lebih bermartabat.

SAR Hidayatullah secara resmi menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-V yang dibuka hari ini, berlangsung di Kampus Pondok Qur’an Hidayaturrahman, Ciawi. Berada di Kaki gunung Bungalow, 16 km arah selatan dari pusat kota Bogor. Digelar selama 2 hari, Sabtu s/d Ahad, 7-8 November 2020.

Mubes V SAR Hidayatullah ini bertema “Meneguhkan Komitmen dan Kemandirian sebagai Lembaga Kemanusiaan untuk Indonesia Bermartabat”. 

Mubes dihadiri hampir 100 orang peserta mulai dari ujung pulau Sumatera hingga Papua. Terdiri dari Pembina, Pengawas, Majelis Pertimbangan Pusat, Pengurus Pusat, dan Pengurus Wilayah se-Indonesia. 20 Pengurus Wilayah yang hadir mulai dari Batam, Bengkulu, Jabodetabek, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Timika Papua.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH DR Nashirul Haq Lc. MA dalam sambutannya membuka acara ini mengatakan bahwa SAR Hidayatullah merupakan bagian penting dari ormas Hidayatullah. Kehadiran dan kemanfaatannya diberbagai medan bencana sangat dirasakan oleh masyarakat yang tertimpa musibah.

Beliau juga menambahkan, seluruh anggota SAR Hidayatullah hendaknya memiliki kualitas jasadiyah dan ruhiyah yang kuat. Tidak hanya mengandalkan kemampuan dan kecakapan skill semata, tetapi juga harus senantiasa mengharapkan pertolongan serta melibatkan Allah dalam setiap operasi kemanusiaanya.

“Harapannya kedepan, SAR hidayatullah mampu berkontribusi secara maksimal, terutama dalam memberikan edukasi kepada warga Hidayatullah dan masyarakat pada umumnya agar lebih siap dan waspada serta tidak gagap dalam menghadapi bencana,” harap ust. Nashirul.

Kegiatan Mubes V ini akan dirangkai dengan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) lanjutan Navigasi darat di Cibodas, Jawa Barat.